Anugrah seorang Ibu

Dikala Mentari belum terbit, Sinarmu sudah ada dalam diriku..
Langkah yang selalu ku nantikan
kini telah datang sebagai Impian...
Impian dengan berjuta-juta harapan.

Akankah ini membuat sang rembulan akan bersinar cerah
dan sang Embun dengan kesejukannya…?
tangisan dengan serimbun kebahagiaan yang terpontang dalam kegembiraan…
senang...
Telah timbul harapan yang akan menyinari
dan menyejukkan dunia...
Itu yang terkhisan dalam asa dan impian hidupku.

Ketika sesosok menggambarkan dengan indah dan manja..
alangkah senangnya ibu dengan menghiraukan rasa sedih,
sakit yang terselimut dalam kebahagiaan.

Mentaripun hadir dalam kehangatan jalinan kasihmu,
Indah memang itu kata hati dalam diri ibu,
tak kenal malam... siang kamu pertaruhkan hanya untuk aku,
Apa yang bisa kuberikan untuk mu ibu..?
Harta benda dan raga serta do’a hanya ku persembahkan buat ibu...
Itupun tidak cukup
untuk memenuhi tempat
yang terlalu besar pengorbananmu untukku.


Ibu… terima kasih atas semua yang kau berikan untukku...
Hingaa terakhir...
sang mentari terbenam,
Jasamu akan selalu ku ingat dan setiap kali akan kurasakan!